Oleh: Ilham Khoiri

Sumber: Kompas, 1 Maret 2009

Sebenarnya seberapa detail kita mengingat sosok seseorang, terutama wajahnya? Jika dipandu fotografi, barangkali kita mudah mencirikan satu wajah dengan wajah lain. Namun, jika dibiarkan berimajinasi bebas, sebenarnya memori kita itu samar-samar saja.

Pameran tunggal Erik Pauhrizi, ”Face Phantasmagoria” di Vivi Yip Art Room, Pejaten, Jakarta Selatan, 21 Februari-14 Maret, mencoba mengulik soal ini. Pergelaran menyajikan 10 lukisan cat minyak, enam lukisan cetak digital, dan satu seri cetakan di atas stainless steel. Kurasi ditangani dosen dan pengamat seni rupa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Asmudjo J Irianto.
read more »