Nocturnal People

Category: Curatorial

Wastuwidyawan Paramaputra

Nocturnal People

‘noc – tur – nal: is an animal behavior characterized

by being active during the night and sleeping during the day’

1: of, relating to/or occurring in the night (nocturnal journey)

2: active at night (nocturnal predators)

Saya tidak mempunyai penjelasan

yang spesifik tentang karya saya melalui

sebuah tulisan, tetapi ada satu hal yang

saya pertahankan ketika membuat karya

seni. Bagi saya, karya seni adalah penanda

sebuah zaman, yang menampilkan keadaan

sosial lingkungan sekitar yang dalam

hal ini berasal dari sudut pandang

saya sebagai seorang seniman.

Semua karya saya berangkat dari fotografi, kemampuan

kamera dalam membekukan image menjadi sesuatu yang abadi menjadi

hal yang sangat menarik bagi saya. Akan tetapi prosesnya tidak berhenti sampai

disini, hasil foto kemudian saya olah dan pindahkan ke medium yang berbeda,

yaitu kanvas. Proses melukis ulang hasil foto dengan menambahkan stroke

dan warna serta saturasi yang berbeda memberikan kesempatan bagi saya

untuk lebih bermain dan mengeksplorasi hasil foto ‘mentah’ tadi. Lewat lukisan

terbaru kali ini, saya menampilkan teknis yang berbeda jika

dibandingkan dengan lukisan-lukisan sebelumnya.

Memento Mori (Remember that someday you will die),

merupakan istilah yang setahun terakhir ini menjadi akrab di telinga saya.

Pertanyaan saya selama ini tentang kematian tanpa sadar telah menjadi

landasan bagi saya dalam membuat karya seni. Melalui proses asistensi yang

berulang-ulang ketika sidang akhir setahun yang lalu, dan asistensi dengan R.E

Hartanto dalam kesempatan pameran tempo hari membuahkan penggalian

terhadap jejak rekam alam bawah sadar saya dalam melihat

dan mempertanyakan tentang apa arti kematian itu sendiri.

Lukisan saya pada dasarnya adalah sebuah dokumentasi

dari orang atau sosok individu yang berada di sekitar saya, dan saya rasa

mereka cukup mewakili atau melambangkan bagaimana kehidupan kaum

muda dalam konteks urban. Melihat ke dalam youth scene khususnya di kota

besar memberikan gambaran situasi yang menarik. Pola perilaku individu

yang menyiratkan tentang seks, aktivitas ilegal dan pola hidup carpe diem serta

aktivitas malam hari menjadi lebih menarik untuk ditampilkan ketimbang apa

yang mereka lakukan di siang hari. Semua permasalahan ini ditampilkan melalui

sebuah lukisan tetapi tidak secara gamblang, sehingga apresiator

bisa bermain dengan narasi masing-masing, menebak baik

kelanjutan atau sebelum momen itu terjadi.

Warna hitam yang dominan, asap rokok, potret kaum muda

dalam konteks urban, bukan tanpa tujuan dihadirkan di pameran kali ini.

Seperti halnya dalam seri Steamboat yang saya tampilkan. Potret anak muda

yang menghembuskan asap, dengan background hitam kelam adalah pandangan

sekaligus pertanyaan saya tentang kematian. Bagi saya kematian itu gelap, hitam

pekat, suram penuh goresan, dan asap ini menjadi pertanyaan apakah hal buruk

yang pernah terjadi pada orang terdekat saya dahulu akan terjadi pada mereka

di seri Steamboat ini? Saya jelas tidak mempunyai kapasitas dalam

menjawab, jadi biarlah saya terus mempertanyakan.

[Jakarta, 7 Oktober 2010]

Tag:
Published: October 28, 2010





Join our mailing list today and you will be the first to know of any new events and exhibitions happening at the Gallery.
It is free and delivered straight to your inbox.



© 2022 viviyip artroom · webdesign by rio